Bitcoin dan Kebebasan

Uang kertas bukanlah uang—melainkan alat kontrol. Pemerintah bisa mencetak uang sesuka mereka melalui kebijakan, bank bisa membekukan rekening kita sesuka mereka, dan inflasi terus menggerus nilai dari hasil kerja keras kita. Juni 2022, inflasi AS mencapai 9,1%, tertinggi dalam empat puluh tahun terakhir. Di indonesia tahun 2022 inflasi mencapai 5,51% data official walaupun harga kebutuhan pokok seperti beras naiknya 30%+ dari tahun 2019 sebelum covid ke tahun 2022 setelah covid. Jumlah uang beredar (M2) melonjak setelah 2020. Itu bukan kecelakaan—itu kebijakan. Bahkan 40% dari total keseluruhan uang beredar dicetak pada saat covid. Tempat penyimpanan energy ekonomi kita diam-diam dicuri. Sementara itu, 1,4 miliar orang di dunia bahkan tidak memiliki akses ke bank. Bagi mereka, sistem ini bukan hanya gagal—sistem ini bahkan tidak ada.

Dan ketika keadaan memanas, sistem ini menunjukkan taringnya. Di Kanada, pemerintah membekukan 206 rekening bank selama protes sopir truk tahun 2022 karna menolak covid. Di Nigeria, pembatasan penarikan uang dan pertukaran uang kertas yang kacau menyebabkan kekurangan uang tunai. Di Lebanon, tabungan terjebak oleh kontrol keuangan, membuat rakyat tidak bisa mengakses uang mereka sendiri. Di indonesia PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) membekukan akun-akun bank yang “dormant” (tidak aktif) untuk mencegah penyalahgunaan, seperti aktivitas kriminal atau pencucian uang. Tapi banyak masyarakat biasa justru yg terkena dampaknya. Itu bukan kebebasan finansial—itu perbudakan finansial.

Bitcoin hadir untuk memperbaiki. Pasokannya dibatasi hanya 21 juta. Tidak ada campur tangan pemerintah yang bisa mengubahnya. Transaksinya tanpa izin—tidak ada bank selaku pihak ketoga yang bisa memblokir. Dan Bitcoin portabel. Dengan seed phrase, kamu bisa membawa kekayaanmu lintas batas hanya di dalam kepalamu. Uang yang benar-benar milikmu. Ini bukan hanya teori. Di tahun 2021, El Salvador menjadikan bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Pelaksanaannya tidak sempurna, tapi itu membuktikan bahwa pemerintah bisa mengadopsi uang yang netral. Contoh lain adalah remitansi: mengirim $500 melalui jalur perbankan tradisional rata-rata memakan biaya 4,26%, sementara Bitcoin dan Lightning memangkas biaya dan mempercepat transaksi. Dan ketika bank membekukan atau bangkrut, Bitcoin hadir. Warga Kanada, Nigeria, Indonesia dan Lebanon semua belajar kenyataan pahit yang sama: kalau kekayaanmu ada di dalam sistem mereka, itu sebenarnya bukan punyamu.

Hari ini, Bitcoin digunakan baik sebagai penyimpan nilai maupun sebagai uang. Kelangkaannya membuat bitcoin kredibel untuk tabungan jangka panjang. Dan dengan Lightning Network, Bitcoin makin layak untuk pembayaran sehari-hari. Pada Agustus 2023, River melaporkan 6,6 juta transaksi melalui Lightning yang kecepatannya melebihi VISA & MASTERCARD, rata-rata sekitar $12 per transaksi, dengan tingkat keberhasilan 99,7%. Itu bukti bahwa teknologinya benar-benar bekerja.

Tentu saja, Bitcoin bukan sihir. Volatilitasnya brutal—penurunan harga 50% hingga 80% bisa terjadi. Risiko kustodian nyata—FTX runtuh dengan lebih dari $1 miliar dana nasabah hilang. Konsumsi energi sering dikritik, meski data dari Cambridge menunjukkan trade-off dengan keamanan. Di samping itu, self-custody berarti tanggung jawab. Tidak ada bailout jika kamu kehilangan private key.

Terus, harus apa sekarang? Mulailah dengan mendefinisikan tujuan masing-masing. Apakah ingin melindungi diri dari inflasi, melawan sensor, atau melakukan pembayaran cepat? Lakukan strategy yang membosankan seperti dollar-cost averaging dan jangan pernah gunakan leverage. Pindahkan bitcoin kalian ke self-custody dengan hardware wallet, dan amankan seed phrase dengan cadangan offline. Simpan hanya saldo untuk belanja di exchange atau hot wallet. Jika ingin bertransaksi, gunakan Lightning walaupun pada praktiknya di Indonesia belum lumrah bitcoin sebagai alat pembayaran. Dan yang paling penting, perlakukan bitcoin seperti aset berharga lainnya menyangkut keamanannya.

Kesimpulannya: Fiat dibangun untuk mengendalikan. Bitcoin dibangun untuk membebaskan. Tapi itu hanya berhasil kalau kita mengambil alih kendali. Itulah yang harus dikorbankan—tanggung jawab sebagai harga dari sebuah kebebasan. Aku memilih untuk bebas.

Write a comment
No comments yet.